Pelatihan Briket Arang Oleh Mahasiswa KKN kepada Pemuda Desa Adinuso
Oleh: Roro A.S.P.S.N.
Pelatihan pembuatan briket arang dilakukan oleh seorang mahasiswi KKN UNNES GIAT 9 di Desa Adinuso, Zahara Fadia Putri. Salah satu latar belakang pelatihan briket arang tersebut dilakukan yakni karena latar pendidikan Zahara sendiri yang merupakan mahasiswi Prodi Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang. Selain itu, Zahara menilai bahwa Desa Adinuso memiliki peluang dan potensi yang bagus. Mulai dari sumber daya manusia khususnya remaja Desa Adinuso yang bisa memanfaatkan pelatihan dan ilmu yang didapat untuk mengisi waktu muda mereka dengan hal positif. Selain itu, bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan briket pun dapat dengan mudah didapatkan di Desa Adinuso. Pasalnya, masyarakat desa banyak yang berprofesi sebagai pengrajin kayu sehingga limbah serpihannya dapat dimanfaatkan untuk briket. Selain itu, Zahara juga mengajak masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga yang akan dimanfaatkan sebagai briket seperti kulit bawang sehingga pelatihan pembuatan briket ini tepat sasaran untuk dilakukan di Desa Adinuso.
Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan pengenalan briket arang kepada audiens, kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah pembuatan serta penjelasannya. Setelah itu dilanjutkan dengan praktik pembuatan briket arang dimulai dari langkah pertama yakni membakar serpihan kayu, serabut kelapa, batok kelapa maupun sampah organik yang sudah kering. Langkah selanjutnya yakni menumbuk kemudian menyaring hasil bakaran agar menjadi serbuk yang halus. Kemudian membuat lem perekat dengan cara memanaskan air dan mencampurnya dengan tepung kanji dan mengaduknya hingga tercampur rata dan mengental. Lalu campur adonan tepung tersebut dengan serbuk halus kemudian diuleni hingga merata. Langkah selanjutnya yakni mencetak adonan tersebut dan dikeringkan di bawah sinar matahari selama tiga sampai dengan lima hari.